Jumat, 26 Maret 2010

Roy Marten Perhatikan Nasib Napi


Kamis, 25 Maret 2010 - 23:31 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Ketua Napi Centre, Roy Marten minta Dephukham memperhatikan nasib 130 ribu narapidana yang saat ini masih menjalani hukuman, baik pelaksanaan pembebasan bersyarat (PB), asimilasi maupun pemberian remisi.

“Saya baru saja menemukan kasus. Ada narapidana sakit akhirnya meninggal di sel, karena permohonan untuk berobat tidak diberikan. Ke depan, saya nggak mau menemukan kasus semacam itu lagi,” kata Roy saat bertemu dengan Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar, kemarin.

Sedangkan Rahardi Ramelan selaku ketua umum mantan narapidana (Napi Centre), mengungkapkan keinginannya bermitra dengan Dephukham, agar lebih memperdayakan lembaga pemasyaratan (LP) produktif. Keinginan itupun disambut positif Menhukham Patrialis Akbar.

Ikut hadir dalam acara pertemuan tersebut, sejumlah mantan narapidana dari tokoh-tokoh ternama. Mereka adalah Arswendo Atmowiloto, Abdullah Puteh, DL Sitorus, AM Fatwa dan lainnya.(santosa/rf/aw)


Roy Marten Perhatikan Nasib Napi | Poskota

1 komentar:

setuju dgn bang Roy. ada bbrp dari napi yang mati si sel krn pelayanan kesehatan napi di LP maupun di Rutan sangat kurang. sudah mnjadi bahan olok2x bagi para napi di rutan salemba bila mrk berobat ke klinik, maka akan diberikan obat yg sama untk penyakit brbeda. dan dsana msh bnyk yg mnggunakan nrkoba spt shabu2 putaw ganja bhkan ekstasi. dan yg paling parah msk'a narkoba di rutan jg ada andil dr petugas rutan. bahkan bnyk dari pengguna putaw "mghabiskan hidup'a" disana..

Posting Komentar